komponen-komponen power steering: 1.)VANE PUMP Vane pump adalah bagian utama dari system power steering berfungsi menghasilkan tekanan tinggi dan debit yg juga berfungsi untuk mengatur jumlah aliran fluide yg di perlukan sesuai dengan putaran mesin,Adapun komponen yg ada dalam vane pump adalah :
Perawatanpencegahan yang dilakukan pada komponen-komponen power steering Toyota Land Cruiser ini adalah pada roda kemudi (steering wheel), poros utama, pipa saluran, tangki cadangan (reservoir), pompa power steering, power steering gear box. Gambar 4.2 Stationary Steering Effort (10)
Kerusakanpower steering sering dialami oleh mobil moderen sekarang ini. Lalu apa saja penyebabnya?
Sistemkemudi daya (power steering) ada dua jenis yaitu : Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electric Power Steering (EPS) Hydraulic Power Steering (HPS) Sistem kemudi ini memiliki sebuah booster hidraulis dibagian tengah mekanisme kemudi agar kemudi menjadi lebih ringan.
Gambar1.2 Power Steering Komponen - komponen power steering hampir sama dengan komponen - komponen sistem kemudi konvensional , namun hanya ada sedikit perbedaannya, yaitu : 1. Vane pump: berfungsi untuk mensirkulasikan minyak power steering di dalam komponen - komponen power steering. 2.
LwCtn9. Gambar 1- Rangkaian Power Steering mengemudikan kendaraan roda empat, kadang kita menemukan kendaraan yang mudah untuk dikendarai dan ada juga yang sulit. Salah satu faktornya adalah dari sistem kemudi . Pada kendaraan konvensional, sering kita jumpai suatu kendaraan masih menggunakan sistem kemudi manual steering system yang sangat berat sekali untuk membelokkan roda kemudinya sehingga membuat pengemudi cepat lelah. Namun pada kendaraan modern sekarang, hampir semua kendaraan roda empat mudah untuk dibelokkan. Pa da kesempatan ini, kita akan membahas tentang prinsip kerja power steering yang dapat membuat kendaraan dengan mudah untuk Power Steering SystemPower Steering System merupakan sistem kemudi yang dapat mengurangi usaha dari pengemudi untuk mengendalikan kemudi kendaraan dengan menyediakan tenaga tambahan dari luar tenaga pengemudi. Penggunaan power steering dapat meningkatkan kemampuan kemudi dari semua poin, namun tidak banyak mobil yang menggunakan power steering sebagai instalasi stAndarnya. Power steering system dapat digunakan baik pada rack-and-pinion maupun sistem kemudi konvensional. Secara normal power steering menggunakan tenaga dari mesin untuk mem-pompa sistem hidrolik yang nantinya akan memberikan tenaga tambahan dalam mengemudikan garis besar, power steering terdapat dua jenis, yaitu jenis stAndard dan jenis PPS progressive power steering. Dan kedua jenis ini sama-sama memiliki sebuah sistem recirculating ball dan hydraulic control valve tipe PPS progressive power steeringKecepatan kendaraan akan dideteksi oleh sebuah sensor kecepatan dan tekanan fluida yang menggerakkan piston secara bervariasi. Ketika kendaraan berhenti atau bergerak dalam kecepatan rendah, mka tekanan fluida akan meningkat untuk mengakomodasi kebutuhan daya untuk kemudinya. Pada saat kecepatan tinggi, tekanan fluida akan berkurang untuk mengakomodasi kebutuhan kemudi dan menyesuaikan dari respon roda kemudi sehingga lebih 2- StAndar Power Steering dan PPS POWER STEERINGVane PumpBagian utama dari vane pump, seperti cam ring, rotor, vane dan flow control valve merupakan komponen yang memiliki tingkat presisi yang tinggi dan harus dikerjakan secara hati-hati. Hal ini dikarenakan pompa ini menghasilkan fluida bertekanan sangat tinggi. O-ring digunakan untuk membentuk lapisan sea dalam mencegah kebocoran pada sambungan tiap bagiannya. Ketika pada perakitan ulang, selalu digunakan O-ring yang baru. Di dalam flow control valve katup pengatur aliran, terdapat sebuah relief valve katup pembebas yang mengatur tekanan maksimum dari pompa. Jumlah dari tekanan maksimum ini sangat penting. jika terlalu rAndah maka akan terjadi kehilangan daya dalam membantu penambahan daya pada kemudi dan jika terlalu tinggi maka merusak relief 3- Vane Pump Gear HousingMerupakan tempat dimana terdapat roda gigi kemudiGambar 4- Steering Gear Housing CylinderMerupakan tempat piston bekerja menggerakkan roda gigi kemudi. Power Cylinder merupakan sebuah silinder mekanik yang mengandung sebuah piston internal yang terhubung dengan sebuah output rod. Power Cylinder ditempatkan pada steering linkage, biasanya terletak pada tengah-tengah dari relay rod. Kemudian Cylinder output diletakkan pada rangka kendaraan, biasanya melalui sebuah double bushing. Fluida hidrolik memasuki power piston melalui high pressure hoses dari 5- Power Cylinder Control ValveKebanyakan power steering gear menggunakan rotary valve mirip seperti yang digunakan dalam rack and pinion power steering. Rotary control valve merupakan komponen yang berfungsi untuk mangatur arah aliran fluida dari 6- Rotary Control Valve Post navigation
Komponen Power Steering – Setiap kendaraan keluaran terbaru sudah menggunakan sistem power steering. Didalamnya terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsi sangat penting. Lalu apa saja komponen power steering? Power steering merupakan mekanisme yang digunakan untuk memudahkan memutar mekanisme setir kendaraan. Mekanisme ini dapat menghasilkan perputaran setir yang enteng tanpa mengeluarkan banyak tenaga untuk mengatur setir, khususnya pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya pada kecepatan menengah dan tinggi. Pada mekanisme power steering memakai tenaga perputaran mesin yang diubah untuk memompa fluida pada mekanisme hidrolik hingga bisa memberi tenaga tambahan dalam menyetir setir. Selain itu juga memanfaatkan kecepatan kendaraan melalui sensor kecepatan serta pendeteksian desakan fluida yang digunkan untuk gerakkan piston secara beragam. Saat kendaraan stop atau bergerak dalam kecepatan rendah, karena itu desakan fluida akan bertambah hingga setir berasa lebih enteng waktu dipakai. Waktu kecepatan tinggi, desakan fluida akan menyusut untuk menampung keperluan setir dan sesuaikan dari tanggapan roda setir hingga setir bertambah lebih berat buat memperoleh sopiran yang lebih konstan. Power steering mekanisme yang paling banyak digunakan adalah power steering hidrolik dan power steering elektrik. Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda sehingga komponen pun berbeda. Walaupun banyak komponen power steering yang berbeda, namun ada beberapa komponen yang memiliki kesamaan. Untuk lebih jelasnya terkait komponen power steering akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini. 1. Reservoir Tank HPS Salah satu komponen power steering adalah reservoir tank yang digunakan untuk cadangan minyak power steering. Komponen ini diperlengkapi dengan tutup reservoir yang diperlengkapi dengan sirkulasi supaya desakan di dalam Mekanisme power steering konstan waktu hidrolik power steering bekerja. 2. Vane pump atau Pompa HPS Berperan untuk menghidupkan desakan fluida atau memompa fliuda atau minyak power steering ke semua mekanisme hidraulik power steering. Pompa power steering / vane pump ini umum dilakukan oleh satu fan belt power steering lewat satu pulley atau mungkin dengan memakai gear roda gigi yang melekat langsung pada roda gigi di mesin. Komponen ini terdiri dari Vane, Cam ring, Rotor, O-ring, dan Regulator valve Flow Control Valve yang mempunyai tingkat presisi yang tinggi hingga harus ditangani secara berhati-hati. Dalam power steering pump ada satu komponen penting yang dikenali dengan panggilan regulator valve. Peranan regulator valve ini untuk menjaga desakan minyak power steeering supaya terus konstan walau perputaran pompa power steering lagi bertambah bersamaan dengan pertambahan perputaran rpm mesin. Ini sudah pasti akan menahan power steering pump dari desakan minyak yang terlalu berlebih sebab bisa menyebabkan rusaknya seal dan komponen lain dalam pompa power steering. Kelebihan desakan minyak yang berlangsung waktu mesin ada pada perputaran rpm tinggi akan disalurkan oleh regulator valve kembali pada reservoir tank. 3. Rotary valve/control valve HPS Rotary Control Valve adalah komponen power steering yang berperan untuk mengendalikan arah saluran fluida dari pompa power steering. Komponen ini pada power steering rak and pinion terpasang bersatu dengan pinion gear dan ditaruh dalam satu housing yang namanya rotary control valve housing. 4. Power silinder HPS Selain itu terdapat komponen power silinder yang digunakan sebagai tempat piston untuk gerakkan roda gigi setir karena desakan fluida yang dibuat dari vane pump. Power silinder ini berbentuk silinder mekanis tempat piston intern yang bersatu dengan steering rak shaft di taruh. Piston intern ditempatkan di tengah antara fluid chamber yang semasing chamber ini tersambung dengan rotary control valve lewat satu hose pipe. Saat fluida hidrolik masuk salah satunya fluid chamber karena itu tenaga fluda ini akan menggerakkan piston hingga gerakkan steering rak shaft sekalian gerakkan roda gigi setir. 5. Oil Power Steering HPS Berperan selaku medium penghantar tenaga dari pompa power steering ke steering gear supaya setir lebih enteng. 6. Steering Gear HPS. Steering gear housing pada power steering hidrolik type rak and pinion ini dibikin bersatu dengan power silinder dan rotary control valve. Komponen ini berperan selaku tempat menempatkan power steering rak shaft dan pinion gear. 8. Steering Linkage Komponen ini terbagi dalam long tie-rod sampai steering knucle yang berperan melanjutkan pergerakan steering gear ke roda untuk menggerakan roda supaya berbelok sesuai kemauan sopir. 9. High Pressure Steering hose HPS High Pressure Steering hose ialah selang power steering tempat mengucurnya fluida bertekanan tinggi untuk disalurkan ke arah rotary control valve. Fluida bertekanan tinggi ini disalurkan lewat high pressure steering hose ke arah rotary control valve yang ada di rotary control valve housing. Oleh karena itu, High Pressure Steering hose ini dibikin secara eksklusif agar meredam desakan fluida yang dibuat dari pompa oil. 10. Low Pressure Steering Hose HPS Low Pressure steering hose ini adalah selang power steering yang berperan selaku tempat mengucurnya fluida bertekanan rendah dari rotary control valve ke arah reservoir tank oil. 11. Motor elektrik EPS Komponen ini bekerja langsung menolong memudahkan putaran kemudi. 12. Control Module EPS Komponen ini adalah otaknya EPS yang berbentuk satu computer yang berperan untuk mengendalikan kerja EPS keseluruhannya. 13. Torque Sensor EPS Torque sensor adalah komponen power steering yang berada dalam kolom kemudi. Komponen ini berperan untuk memberi info ke control module bila kemudi mulai diputar oleh sopir. 14. Clutch EPS Kopling merupakan komponen power steering yang terletak di antara motor dan tangkai kemudi. Pekerjaannya untuk menyambungkan dan melepas motor dengan tangkai kemudi sama keadaan. 15. Noise Suppressor EPS Noise supressor adalah salah satu komponen power steering yang berperan selaku sensor yang mengetahui kodisi kerja mesin, seperti misalnya mesin sedang bekerja atau mungkin tidak. 16. Vehicle Speed Sensor EPS Komponen ini bekerja untuk memberi info ke EPS control module mengenai kecepatan mobil. 17. On-board Diagnostic Display EPS Selain itu pada power steering terutama electric power steering terdapat on board diagnostic display. Komponen ini merupakan tanda di panel instrumen yang berperan untuk memberi info ke sopir bila ada permasalahan dengan mekanisme EPS. Diatas adalah ulasan terkait komponen power steering baik elektrik maupun hidrolik power steering. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.
Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Skip to content Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Pengertian Power Steering dan Cara Kerjanya Power steering merupakan sistem yang wajib dimiliki oleh mobil–mobil modern saat ini karena fungsinya yang sangat penting bagi pengendara. Oleh karena itu, tidak heran jika semua perusahaan otomotif akan menanamkan sistem ini pada kendaraan pabrikan mereka. Bagi anda yang belum terlalu akrab dengan dunia otomotif, pasti penasaran dengan power steering dan cara kerjanya. Berikut penjelasan lengkap dari power steering dan cara kerjanya. Apa Itu Power Steering? Istilah power steering merujuk pada sebuah sistem yang bertujuan meringankan sistem kemudi agar lebih mudah dikendalikan atau disesuaikan. Dengan adanya sistem bernama power steering ini, kemudi akan terasa lebih ringan saat diputar meskipun dalam kecepatan rendah. Kelebihan ini tentu sangat membantu, terutama bagi para pengemudi yang masih pemula. Power steering sendiri memiliki dua tipe yang berbeda, yaitu power steering hidrolik dan power steering elektrik atau yang disebut juga Electric Power Steering EPS. Power steering hidrolik merupakan jenis power steering yang bekerja dengan bantuan mesin hidrolik dan pompa, sementara power steering elektrik atau Electric Power Steering menggunakan bantuan motor listrik agar dapat bekerja. Baca juga Jenis-Jenis Oli pada Kendaraan Meskipun menggunakan sistem penggerak yang berbeda, prinsip kerja dari keduanya bisa dibilang mirip. Kedua jenis power steering ini bertujuan untuk menggerakkan torak bagian dari power cylinder dan menyuplai tenaga ekstra pada dua komponen lain, yaitu pinion dan rack. Cara Kerja Power Steering Cara kerja dari power steering ini tergantung pada kondisi mobil saat berada di jalanan atau lebih tepatnya kondisi mobil saat dikemudikan. Pada kondisi nol atau netral, minyak akan mengalir melalui katup pengontrol menuju saluran pelepasan atau relief port dan kembali menuju pompa. Dalam kondisi ini juga, torak tidak bergerak dan tekanan pada kedua sisi menjadi seimbang. Sementara pada saat poros kemudi bergerak, katup pengontrol juga akan menutup salah satu aliran minyak. Pada saat itu juga, saluran lain akan terbuka dan membentuk tekanan. Perbedaan tekanan pada di sini membuat torak bergerak ke salah satu sisi yang bertekanan rendah dan minyak dalam bagian tersebut kembali ke pompa melalui katup pengontrol. Baca juga Mobil yang Baik Tentu Tidak Memiliki Kebocoran Mesin Keunggulan dan Kekurangan Tiap Power Steering Power steering hidrolik dan power steering elektrik memiliki kelebihan dan kekurangan masing–masing. Dari segi perawatan misalnya, power steering hidrolik agak lebih sulit dirawat dibanding power steering elektrik. Power steering hidrolik harus diganti oli setiap 40 ribu km, berbeda dengan power steering elektrik yang tidak perlu ganti oli karena bekerja dengan motor listrik. Itulah pengertian dan cara kerja power steering. Agar Anda dapat berkendara dengan nyaman dan rasa peace of mind, tanpa perlu khawatir terhadap segala risiko buruk yang dapat menimpa mobil kesayangan Anda, pastikan juga untuk memberikan proteksi lebih kepada mobil kesayangan Anda, ibarat pepatah yang sering kita dengar “sedia payung sebelum hujan” demikiannya juga dengan asuransi mobil. Ada baiknya sebelum risiko menimpa kendaraan kesayangan Anda, agar Anda mendaftarkan mobil Anda ke pihak asuransi. Garda Oto produk asuransi mobil dari Asuransi Astra dapat menjadi solusi tepat bagi kebutuhan proteksi mobil Anda. Melalui berbagai layanan fisik seperti Garda Center, Garda Akses, Garda Siaga, hingga Garda Mobile Otocare, pelanggan akan dipermudah dalam melakukan pembelian polis, pembayaran, hingga pengajuan klaim. PeaceofMind Related Posts
Dalam mengatur laju kendaraan, dibutuhkan berbagai komponen. Salah satunya adalah power steering. Power steering merupakan sistem yang berada pada roda kemudi mobil yang berfungsi untuk memudahkan pengemudi dalam mengendalikan roda kendaraan. Dengan adanya sistem ini, pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa memutar lebih jelasnya tentang apa itu power steering dan bagaimana cara kerjanya, yuk simak ulasan berikut Itu Power Steering Mobil Power steering merupakan salah satu sistem mobil yang letaknya berada di roda kendaraan. Fungsi sistem ini pada kendaraan adalah untuk membuat putaran kemudi menjadi lebih halus serta mudah dikontrol oleh pengemudi. Dengan tambahan sistem ini, Anda tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk memutar kemudi saat kecepatan mobil sedang Power Steering MobilSaat ini ada dua jenis power steering yang disematkan pada sistem kemudi mobil-mobil keluaran terbaru. Kedua jenis power steering tersebut adalah tipe hidrolik dan Electric Power Steering EPS atau motor listrik. Keduanya memiliki cara kerja dan teknologi yang berbeda serta digunakan untuk mobil dengan jenis yang berbeda Power Steering HidrolikPower steering hidrolik menggunakan tekanan yang dihasilkan dari pompa yang digerakkan oleh crankshaft melalui drive belt dan vane pump. Cara kerja sistem ini adalah minyak atau oli power steering akan ditarik dari reservoir menuju pompa saat mesin sedang hidup. Kemudian minyak tersebut akan ditekan menggunakan satu switch dan control valve yang berada di dalam pompa. Pada vane pump, terdapat relief valve yang berfungsi sebagai pegas percepatan. Saat mobil dikemudikan pada kecepatan tinggi, maka membuat power steering juga menjadi bertekanan tinggi. Pada kondisi ini, relief valve akan menciptakan tekanan rendah sehingga akan mendorong pegas dan membuat efek roda kemudi menjadi lebih berat 2. Elektrik Power Steering EPSSedangkan Electric Power Steering EPS adalah teknologi power steering yang bekerja secara otomatis saat mobil dalam kondisi menyala atau kontak mobil pada posisi on. Saat bekerja, sistem ini akan menghasilkan arus listrik yang kemudian dikirim ke motor listrik. Ketika mobil dinyalakan, noise suppressor akan mengirimkan perintah kepada control module agar komponen tersebut dapat menjalankan motor listrik. Nantinya, sensor yang berada di steering rack akan mengirimkan informasi kepada control module ketika kemudi atau setir mobil mulai di putar..Meskipun memiliki sistem penggerak yang berbeda, akan tetapi secara umum cara kerja kedua jenis power steering ini hampir sama. Sistem ini bekerja dengan tujuan untuk menggerakkan torak serta menyuplai tenaga tambahan pada komponen pinion dan Power Steering MobilPower steering merupakan salah satu sistem penting pada mobil yang berfungsi untuk membuat putaran kemudi menjadi lebih halus dan ringan saat sehingga memudahkan pengemudi untuk mengontrol laju kendaraan. Berikut ini fungsi lebih lengkap dari power steering berdasarkan masing-masing ReservoirReservoir memiliki fungsi untuk menjaga sekaligus menampung cadangan minyak power Katup PengaturKomponen katup pengatur berfungsi untuk mengatur sirkulasi aliran ke tekanan fluida sehingga dapat disesuaikan dengan arah Silinder TenagaSilinder tenaga berfungsi untuk menyalurkan minyak atau oli ke long tie rod sesuai dengan arah PompaPompa power steering berfungsi untuk menghasilkan tekanan fluida ke semua rangkaian yang terdapat pada sistem Kerja Power Steering MobilPada dasarnya, cara kerja power steering adalah akan menyesuaikan kondisi kendaraan saat dikemudikan. Dalam hal ini, kecepatan dan gerak mobil menjadi faktor utama dalam menentukan cara kerja power steering. Lantas bagaimana power steering mobil bekerja?1. Posisi Mengemudi NetralPada saat mobil dalam posisi netral, maka katup pengontrol power steering juga berada di posisi netral. Pada kondisi ini, semua minyak atau oli akan dialirkan melalui selang power steering melewati katup pengontrol menuju relief port dan selanjutnya akan kembali ke pompa. Jadi saat tidak ada tekanan, maka kedua sisi tersebut akan diam atau tidak Posisi Mengemudi BerbelokCara kerja power steering saat mobil dalam posisi netral dan saat mobil dalam posisi mengemudi berbelok pastinya juga berbeda. Pada posisi ini, katup pengontrol akan bergerak ke saluran oli atau minyak sehingga membuat saluran lainnya menjadi terbuka. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan volume aliran minyak sehingga akhirnya akan terbentuk Merawat Power SteeringPower steering merupakan sistem yang penting pada sebuah kendaraan karena berfungsi untuk membantu pengemudi membuat putaran kemudi yang lebih halus dan ringan. Akan tetapi seiring mobilitas yang cukup tinggi, kinerja apa itu power steering juga akan mengalami penurunan sehingga fungsinya tidak maksimal membuat sistem ini bisa bekerja dengan optimal, maka perlu perawatan yang tepat. Saat mengendarai mobil dan ingin berbelok, maka injak gas terlebih dahulu kemudian baru putar kemudi. Selain itu, hindari membelokkan kemudi hingga diketahui juga bahwa oli atau minyak merupakan komponen penting pada sistem ini. Oleh sebab itu selalu gunakan minyak pelumas khusus agar performa power steering lebih optimal. Untuk membuat power steering lebih awet, usahakan juga untuk parkir kendaraan dengan posisi kemudi duduk saat mengemudi yang tidak benar ternyata bisa membuat power steering berat. Maka dari itu, pastikan atur posisi duduk yang tepat dan nyaman agar lebih mudah untuk mengontrol power steering. Yang terpenting, lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan power steering selalu dalam kondisi prima. Agar kinerja power steering tidak terlalu berat, maka pastikan ban memiliki tekanan udara yang sesuai dengan standar pabrikan. Jika tekanan ban mobil tidak tepat, maka bisa menyebabkan sistem power steering mobil menjadi lebih berat sehingga kemudi kendaraan menjadi memeriksa apakan power steering masih berfungsi dengan baik atau tidak, Anda juga bisa melihat melalui katrol belt. Caranya, periksa ketegangan katrol belt dengan ibu jari. Jika memiliki ketegangan yang sesuai, maka cara kerja power steering berarti masih baik-baik diketahui, setiap jenis mobil bisa saja memiliki jenis sistem kontrol kemudi yang berbeda. Untuk mobil keluaran terbaru biasanya menggunakan sistem power steering jenis EPS. Sedangkan mobil lama menggunakan jenis power steering hidrolik. Jadi ketahui dulu jenis power steering yang Anda gunakan sebelum memahami cara beberapa hal mengenai power steering mobil yang perlu Anda ketahui. Kemudi merupakan komponen penting pada kendaraan sehingga perawatan sistemnya harus diperhatikan dengan baik. Oleh sebab itu, pastikan periksa sistem power steering mobil Anda secara rutin agar kinerjanya selalu optimal.
Power steering pada kendaraan berfungsi untuk meringankan pengemudi disaat memutar roda kemudi. Sistem power steering pada kendaraan dibagi menjadi tiga tipe pada umumnya, yaitu tipe power steering hidrolik, tipe power steering elektrik dan tipe power steering hidrolik elektrik. Power steering hidrolik memanfaatkan tekanan hidrolik untuk membantuk meringankan roda kemudi saat diputar. Tekanan hidrolik ini berasal dari pompa power steering. Selain pompa power steering, pada power steering terdapat beberapa komponen utama, yaitu Pompa power steering Pompa power steering berfungsi untuk menghasilkan tekanan hidrolik pada sistem. Tekanan ini berasal dari proses pemompaan pada pompa. Pompa power steering ini digerakkan oleh poros engkol melalui sambungan puli dan v-belt. Pada umumnya, jenis pompa power steering adalah pompa jenis vane. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini Cara kerja Jika rotor di dalam pompa berputar karena digerakkan oleh poros engkol melalui puli dan v-belt maka akan membuat vane yang ada pada rotor tersebut terlempar keluar karena gaya sentrifugal sehingga akan menekan dinding dan menyebabkan vane tersebut menghisap dan menekan fluida. Didalam pompa power steering juga dilengkapi dengan regulator valve katup regulator yang berfungsi untuk mengontrol tekanan hidrolik agar tekanan tidak melebihi tekanan spesifikasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini Control valve Selain pompa power steering, didalam sistem power steering hidrolik terdapat komponen control valve katup pengontrol yang memiliki fungsi untuk mengatur aliran fluida dari pompa ke silinder pada bagian sebelah kiri atau kanan pada saat roda kemudi diputar ata diarahkan kembali ke reservoir pada saat roda kemudi tidak diputar atau berjalan lurus. Cara kerja Pada saat kendaraan berjalan lurus Unit control valve pada posisi netral, pada saat ini telah diatur sedemikan rupa agar fluida hidrolik dari pompa mengalir kembali ke kedua sisi kerja silinder dan ke reservoir. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini Pada saat kendaraan belok kiri Ketika roda kemudi diputar ke arah kiri maka akan menggerakkan batang kemudi ke arah kiri juga. Batang kemudi ini akan menggerakkan katup rotari dalam rotary disc valve bergerak meninggalkan rotasi luar control sleeve. Lubang pada kontrol hidrolik ini memungkinkan fluida berterkanan mengalir dari pompa power steering ke bagian sisi kiri silinder, sedangkan fluida yang berada pada bagian sisi kanan silinder akan di kembalikan ke reservoir. Hal ini akan membantu meringankan pengemudi saat memutar roda kemudi ke kiri. Pada saat kendaraan belok kanan Ketika roda kemudi diputar ke arah kanan maka akan menggerakkan batang kemudi ke arah kanan juga. Batang kemudi akan menggerakkan katup rotari dalam bergerak menginggalkan rotasi luar. Lubang pada kontroi hidrolik memungkinkan dluida bertekanan mengalir dari pompa power steering ke bagian sisi kanan silinder, sedangkan fluida pada bagian sisi kiri silinder akan dikembalikan kembali ke reservoir. Hal ini akan membantu meringaan pengemudi saat memutar roda kemudi ke kanan.
gambar komponen power steering